Please enter a search term to begin your search.

(Double cover, boros kertas nih)
Gak tau cuma di Indonesia ajah atau nggak, tapi ntah kenapa sampulnya kok jadi Double Cover. Mungkin untuk pasaran Indonesia kurang cocok ya Album Art-nya pake modern art gitu :D. Jadinya di bikin dah tutupan dengan gambar foto anggota Band-nya, jyakakaka (yang sebenarnya itu gambar belakang Album Art CD-nya.
So, selasa 2 minggu yang di niat-niatin dah mau beli CD ini, berhubung di Radio (Global Radio) yang sering aku dengerkan tiba2 jadi sering muterin lagunya. Alhasil sehabis browsing2 youtube buat nyari lagu-lagunya yang lain (hihihi, browsing youtube buat denger lagu doang) dan setelah mengetahui ternyata banyak lagunya yang easy listening jadi diniatin deh beli albumnya.

(Ini sampul terluarnya yang kaeknya cuma ada di Indonesia)
Sebenarnya ini Band udah mengudara semenjak 2008, soalnya sering banget ngeliat Video Klipnya di O' Channel. Yang kesan pertama waktu pertama dengerin lagu "The Man Who Can't Be Move", wow unik juga, langsung dapet ke-catchy-annya, dan ringan plus, ide cerita video klipnya lumayan unik juga yang merupakan adaptasi dari isi lagunya. Btw, ini album pertama mereka, jadi congrat dah untuk mereka.
(Tadinya mau embed video clip-nya di sini dari youtube tapi gak diperbolehkan ^___^)
Back ke topik (hmm dari tadi padahal belom ngalor-ngidul). Setelah beli ni CD di satu-satunya toko CD di daerah Senayan (baca Duta Suara Plaza Senayan) setiba di rumah aku langsung perdengarkan di komputerku (sambil di-rip dulu. It's legal untuk menge-rip CD di Indonesia?). Kesan pertama: langsung dapet 3 buah lagu langsung aku suka, yaitu "Breakeven", "The Man Who Can't Be Move" dan "Before The Worst" yang ternyata emang lagu-lagu andalan mereka (terlihat dari banyaknya video untuk lagu-lagu itu di Youtube). Sedangkan lagu lainnya aku anggap aneh.
Selanjutnya setelah dengerin albumnya beberapa kali. Loh kok vokal vokalisnya mirip vokal-nya Sting dan Jason Mraz, bahkan di beberapa lagu ada yang nuansanya mirip nuansanya lagu Sting dan Jason Mraz. Seperti "We Cry" yang nuansanya mirip lagunya Jason Mraz dimana setelah didengarkan beberapa kali, aku jadi suka sama lagunya. Lagunya ada bait semacam agak nge-rap dengan tempo yang medium, walau jenis musiknya beda sama Jason Mraz tapi lantunan lagunya satu tema.
Terus ada lagi lagu "Rusty Halo" dan "Talk You Down" yang nuansanya mirip lagu-lagu Sting. Kedua lagu itu lumayan susah dicernanya, terbukti setelah 5 kalian aku denger baru aku jadi suka sama lagu "Talk You Down" dan belakangan malah jadi suka sama lagu "Rusty Halo" yang berirama cepat dan dengan nada yang tidak biasa. Pas pertama kali dengar sempet berfikir "Lagu apa nih aneh banget, gak banget deh, gak bakal aku dengerkan lagi". Bahakan sempet aku skip-skip terus kalo lagi dengerin albumnya. Tapi sekarang-sekarang kalau dengerin lagu "Rusty Halo" jadi sering keterusan, ada sesuatu dalam musik dan cara penyanyiannya yang bikin pingin dengerin lagi dan lagi.
Terus ada ada lagu lain yang ada di last track (kesepuluh, hmm tumben2an album londo cuman ada 10 lagu) yang judulnya "I'm Yours" (judulnya mirip lagunya Jason Mraz tapi nadanya gak mirip sama sekali), ini ada juga di Youtube tapi gak aku perhatikan dengan seksama. Dan pertama kali aku dengerin lagunya, komenku: "nih lagu males banget sih", itu sebelum aku dengarkan beberapa kali, tapi setelah beberapa kali ku dengarkan malahan menjadi track yang paling sering aku setel. Lagunya sendiri slow dengan iringan gitar, yang kalo dibaca liriknya bisa bikin kita terenyuh (beneran, hampir nangis aku pas pertama kali baca liriknya).
(Nah ketemu juga nih lagu I'm your di youtube, terus ada lagi yang versi film Twilight, emang ada yah di OST-nya? -Girls mode: on- Huhuhu, jadi terenyuh lagi tiap kali dengerin)
Dan menyisakan tiga lagu lainnya yaitu: "End Where I Begin", "Fall For Anything" dan "If You See Kay" yang menurut pendapatku ini lagunya biasa-biasa aja tapi lama-kelamaan jadi suka juga walau gak sesuka lagu-lagu sebelumnya. Berikut penilaianku terhadap tiap lagunya (klik untuk biar tumbuh menjadi raksasa)
Nah kalo bisa aku kasih nilai, bakal aku kasih 4 dari 5 yang berarti albumnya bagus worthed untuk di beli (aslinya).
Nah setelah dengerin lagu-lagunya, agak bingung juga menentuin genre band in sepertinya dia Rock, tapi menurutku Pop, bukan Rock pedas kaek band-band Amerika sekarang, sepertinya emang Rock mengarah Pop yang kalo lain bilan Pop Rock (mungkin). Kaeknya udah jarang deh band dengan genre seperti ini, mungkin genrenya bisa di setarakan sama oneRepublic kali yah ^__^.

(Ini album art aslinya)
Terus tadi browsing2 amazon.co.uk, loh kok di negara aslinya - UK (bandnya berasal Ireland) di albumnya ada 11 lagu lagu terakhir yang judulnya "Anybody There" gak ada di CD yang aku punya, curang. Cari di Youtube dah.
(Karena kekurangan pencahayaan dan karena emang kamera DSi-nya yang abal2, jadinya fotonya semuanya grainy ^__^)
(Nah ini dia ketemu lagu kesebelasnya yang ternyata Bonus Song.)
The Comments
Write a comment
dey
Wed October 14, 2009, 16:42:21
DwAN
Wed October 14, 2009, 16:46:54
adiputra_n
Wed October 14, 2009, 17:21:46
DwAN
Thu October 15, 2009, 07:41:05