Please enter a search term to begin your search.
Sabtu minggu kemarin, bertepatan dengan acara nonton bareng Avatar 3D dengan Gen El Be Way (Omijot, serem banget pake geng-gengan) di XXI PIM yang penuh bak cendol diudek-udek, aku menyempatkan diri ke toko CD Societe ato Socialete lupa aku (keren abis, nih tokonya high class, yang ternyata Disc Tarra, sempet ngintip layar kasirnya). Sedang mencoba mencari album terbarunya oneRepublic yang ternyata belom ada juga, aku iseng-iseng browsing dan menemukan CD. Tertutup dengan CD Black Eye Peas yang bejibun, dengan plastik yang sudah terbuka dan case yang udah agak retak.
Hampir terharu (berlebihan) karena akhirnya setelah 2 tahun melanglang buana dari toko CD yang satu ke toko CD yang lainnya akhirnya menemukan CD ini. Album Blake Lewis pertama yang berjudul Audio Daydream.
Siapa itu Blake Lewis? Dia itu runer-up American Idol tahun 2007 (kalo gak salah), sejak awal penampilannya di Idol aku sudah ngefans berat dengan cara dia bernyanyi. Selain suaranya yang khas, dia sering bernyanyi dengan beatboxing, hal yang sangat jarang bahkan di industri musik Amerika sono.
2 tahun lalu sempet dengerin lagu-lagu dari album ini (baca download dari intertube, tapi akhirnya sekarang punya yang legal) dan langsung suka. Aliran musiknya pada dasarnya pop, tapi karena suara-suara yang beda pada musiknya dan beat yang cepat bisa dikategorikan bergenre Electronic Pop Dance (genre karangan ku sendiri). Dalam album ini, hampir semua lagunya aku suka terutama lagu yang beritme lebih lambat seperti Without You dan I Got You. Sempat juga browsing-browsing tentang album ini yang ternyata eh ternyata albumnya di produserin oleh tidak lain dan tidak bukan Mr. Ryan Teddar dari oneRepublic. Kebanyakan lagu dalam album ini juga buatan Ryan Teddar dan beberapa buatan Blake Lewis sendiri.
Albumnya sendiri terdiri 16 lagu dimana lagu awal dan akhir ada lah intro dan outro yang cuman 30 detikan, tapi itu lagu intro dan outro 2-2nya aku suka mendengarkannya, karena mengandung pepatah yang tidak lazim "Silence is golden, but I choose noise" seperti judul plurkku yang memang sengaja aku ambil dari outronya lagu Blake Lewis.
Yang anehnya kenapa dia cuman mengandalkan single Break Anotha dan How Many Words dimana padahal ada lagu-lagu lain yang lebih menarik. Berikut penilaianku terhadap album ini (di klik biar jadi besar):
Lagu-lagu berbintang lima adalah lagu yang ritmenya lambat sedangkan yang berbintang 4 beritme cepat, dan yang berbintang 3 ke bawah ritmenya lebih cepat lagi. Ternyata aku lebih menyukai lagu beritme lambat dan album ini setengahnya berritme lambat, mungkin itu sebabnya aku menyukai album ini. Cekidot yang berbintang 5 itu lagu seru-seru banget semuanya.
Walau saat ini dia sudah mengeluarkan album baru yang lebih ke arah Pop Dance yang diberi judul Heartbreak on Vinyl (yang belom beredar di Jakarta juga), album ini masih akan aku dengarkan hingga selamanya. Ini album top markotop walau cuman bernilai 4 bintand dari ku.
Write a comment