Your Login Details


Blogosphare

Waking up the review

By DwAN on 26-Feb-10 10:38. Comments (7)

Societie ternyata kembali menjadi tempat ku membeli CD album barunya OneRepublic. Alkisah kamis kemarin setelah selama 2 bulan lebih tidak pernah ke PIM lagih, akhirnya aku menyinggahinya karena sudah bikin janjian buat ngumpul bareng teman-temanku. Hal yang pertama kali aku ingat kalau lagi bersua ke suatu mall adalah mencari toko CD, dimana kalau di PIM khususnya PIM 2 terdapat 2 buah toko CD, Sociatie dan satunya lupa judulnya. Nah, ketika browsing-browsing CD di toko Societie itu, akhirnya ketemu juga album barunya OneRepublic yang berjudul Waking Up, yang sebenarnya sudah beredar dari bulan November tahun lalu di negaranya sana, tapi sepertinya baru bereder bulan-bulan ini di Jakarta.

Kesan awal melihat albumnya: "Loh kok Album Artnya beda sama album art Waking Up yang ku kenal". Selidik punya selidik (bertandem ke Wikipedia), ternyata memang ada 3 (tiga) versi album ini, yang pertama versi oroginal, yang kedua versi deluxe dan yang ketiga versi International. Silahkan telaah perbedaannya dibawah ini:

Waking Up

Persi Awal

Waking Up Deluxe

Persi Deluxe

Waking Up International

Persi International

Kenapa harus ada 3 yah? Aku pun tidak tau. Yang jelas selain gambarnya yang beda, dimana album art yang versi International lebih ciaur, karena desain awalnya ditimpa pake poto anggota bandnya yang kataku malah jadi gak masuk, ternyata konten a.k.a lagu-lagu didalamnnya berbeda. Pada album versi awalnya terdapat 11 buah lagu, lalu di versi deluxe (yang cuman nongol di Amerika Serikat sono) ditambah 4 lagu tambahan dan di versi International hanya ditambah 2 lagu tambahan dan 1 versi berbeda dari lagu berjudul All This Time. Btw, album art-nya sendiri bertemakan cipratan cat.

Waking Up Album Art 2

Bagian Depannyahhh

Waking Up Album Art 3

Bagian Belakangnnyahh, ada 13 laguhh

Waking Up Album Art 7

Bagian depan, dalem, CD.

Kali ini, albumnya di produseri oleh Ryan Teddar, vokalisnya band ini. Beliau telah banyak berkecimpung sebagai produser lagu seperti beberapa lagu di album pertamanya Blake Lewis, terus lagu Halo dari mbak Beyonce, lagunya Bleeding Love-nya mbak Leona Lewis, dan sebagainya. Kalau sering memperhatikan lagu-lagu yang di produserin samas mas Ryan, bisa diambil benag merah dimana semuanya lagunya akan memiliki beat/irama Drum Loop yang kalo bisa kamu denger pasti sulit dilupakan, dan irama Drom Loop yang terkesan lebih dominan. Dari situ, ketika pertama kali aku mendengar lagu andalan mereka All the Right Moves aku menebak kalau lagu ini di produseri oleh mas Ryan. Dan ternyata benar, ketika beberapa minggu sebelum albumnya keluar, aku ingat salah satu Tweet dari anggota mereka yang mengatakan album kedua mereka di produseri sama mas Ryan.

Selain lagu All The Right Move yang kental dengan irama buatan mas Ryan, ada beberapa lagu lagi yang ketika pertama kali dengar langsung tau pasti ini buatan mas Ryan. Lagu berjudul Secret, Good Life dan Marching On sangat membuktikan keterlibatannya dalam album ini. Sangat kentara sekali begitu dominannya mas Ryan dan band ini, tapi perlu diacungin jempol karena hingga saat ini dia tidak pernah bersolo karir dan tetap kekeh dalam OneRepublic.

Sedikit cerita dibalik lagu-lagunya, sempat suatu waktu ada tweet atau bacaan di websitenya (lupa aku) dari OneRepublic yang menyatakan: "Anggota band kami sudah tua, ada yang sudah berkeluarga dan bahkan ada yang sudah memilik anak, oleh karena itu album Waking Up ini tidak melulu tentang lagu cinta, seperti lagu-lagu di album pertama kami yang saat itu beberapa lagunya ada yang kami buat ketika kami remaja". Dari pesan itu, aku penasaran apa benar lagu-lagunya bukan lagu-lagu cinta. Ternyata setelah secara satu persatu aku mencari lirik lagu-lagu dari album ini, ternyata benar pernyataan ini.

Lagu All The Right Moves contohnya menceritakan kekhawatiran mereka terhadap album ini, dimana mereka yang sudah di cap one hit wonder karena single Apoligize dari album pertama mereka yang merupakan lagu yang terbanyak didownload hingga saat ini khawatir karena cap itu, mereka dipandang sebelah mata. Dalam lagu itu menceritakan, kekhawatiran mereka terhadap penyanyi/band-band baru yang lebih memiliki tampilan catchy dan "berbakat" akan meneggelamkan band mereka, secara mereka sudah pada tua.

Ada lagi lagu Secrets yang menceritakan dilema seorang penulis lagu. Dimana seperti pengalamanku, suatu saat pasti akan terjadi suatu keadaan dimana telah bahan cerita yang bisa dijadikan sebuah lagu, karena rahasia dalam hidupnya telah dituangkan semua ke dalam lagu. Tambahan lagi, lagu tersebut menceritakan ketidak suakaan dirinya terhadap lagu buatannya sendiri. Suatu hal yang sangat umum di dunia kretif. Tidak ada seorang artis yang menyukai karyanya sendiri, karena ketika dia telah puas dengan hasil karyanya, dia akan berhenti berkarya (kalimat barusan sepertiya pernah aku baca dimana, cuma lupa).

Dari pada cerita lebih panjang dan lebar, berikut penilainku terhadap album ini dan berserta lagu-lagu di dalamnya dalam satu buat gambar:

Waking up in one jpeg

Lagu andalan mereka All The Right Moves dan Secrets tidak dapat dipungkiri lagi merupakan lagu yang enak di dengar. Lalu ada beberapa hidden gem di lagu ini, yaitu lagu Missing Person 1 & 2, Good Life dan Marching On. Sebagai catatan lagu yang ternyata favoritku di album ini sangat kental sekali irama dari mas Ryan-nya. Aku ada cerita sedikit dibalik lagu Missing Person 1 & 2, lagu ini sangat aneh karena gabungan 2 buah lagu, dimana keduanya memiliki aura yang berbeda. Bagian pertama lagu itu memiliki aura sendu dan bagian keduanya memiliki aura seram. Pada awalnya aku benci sekali dengan lagu ini, tapi ntah kenapa ini lagu malah lagu yang sering aku dengar di kantor. No 1 di lagu yang paling sering aku dengar, aneh. Yang pada akhirnya aku putuskan kalo lagu ini memang seru.

Ada dua Lagu bonus di album ini yaitu Sleep dan Shout, entah kenapa lagu Sleep seperti pernah aku dengar, karena lagunya sangat familiar. Sepertinya sih itu lagu bonus di album mereka yang pertama yang tidak ada di albumnya yang beredar di Jakarta. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku dari bulan Desember 2009 sudah mendengarkan albumnya (versi di dongdong di intertubes), jadinya udah meresapi lagu-lagunya.

Links: Photo album Waking Up-ku | OneRepublic's Tweet | Website mereka | Info album mereka di Wikipedia

Blake Lewis - Audio Daydream

By DwAN on 30-Dec-09 15:26. Comments (4)

Audio Daydream

Sabtu minggu kemarin, bertepatan dengan acara nonton bareng Avatar 3D dengan Gen El Be Way (Omijot, serem banget pake geng-gengan) di XXI PIM yang penuh bak cendol diudek-udek, aku menyempatkan diri ke toko CD Societe ato Socialete lupa aku (keren abis, nih tokonya high class, yang ternyata Disc Tarra, sempet ngintip layar kasirnya). Sedang mencoba mencari album terbarunya oneRepublic yang ternyata belom ada juga, aku iseng-iseng browsing dan menemukan CD. Tertutup dengan CD Black Eye Peas yang bejibun, dengan plastik yang sudah terbuka dan case yang udah agak retak.

Hampir terharu (berlebihan) karena akhirnya setelah 2 tahun melanglang buana dari toko CD yang satu ke toko CD yang lainnya akhirnya menemukan CD ini. Album Blake Lewis pertama yang berjudul Audio Daydream.

Siapa itu Blake Lewis? Dia itu runer-up American Idol tahun 2007 (kalo gak salah), sejak awal penampilannya di Idol aku sudah ngefans berat dengan cara dia bernyanyi. Selain suaranya yang khas, dia sering bernyanyi dengan beatboxing, hal yang sangat jarang bahkan di industri musik Amerika sono.

2 tahun lalu sempet dengerin lagu-lagu dari album ini (baca download dari intertube, tapi akhirnya sekarang punya yang legal) dan langsung suka. Aliran musiknya pada dasarnya pop, tapi karena suara-suara yang beda pada musiknya dan beat yang cepat bisa dikategorikan bergenre Electronic Pop Dance (genre karangan ku sendiri). Dalam album ini, hampir semua lagunya aku suka terutama lagu yang beritme lebih lambat seperti Without You dan I Got You. Sempat juga browsing-browsing tentang album ini yang ternyata eh ternyata albumnya di produserin oleh tidak lain dan tidak bukan Mr. Ryan Teddar dari oneRepublic. Kebanyakan lagu dalam album ini juga buatan Ryan Teddar dan beberapa buatan Blake Lewis sendiri.

Albumnya sendiri terdiri 16 lagu dimana lagu awal dan akhir ada lah intro dan outro yang cuman 30 detikan, tapi itu lagu intro dan outro 2-2nya aku suka mendengarkannya, karena mengandung pepatah yang tidak lazim "Silence is golden, but I choose noise" seperti judul plurkku yang memang sengaja aku ambil dari outronya lagu Blake Lewis.

Yang anehnya kenapa dia cuman mengandalkan single Break Anotha dan How Many Words dimana padahal ada lagu-lagu lain yang lebih menarik. Berikut penilaianku terhadap album ini (di klik biar jadi besar):

Blake Lewis - Audio Daydream (Review)

Lagu-lagu berbintang lima adalah lagu yang ritmenya lambat sedangkan yang berbintang 4 beritme cepat, dan yang berbintang 3 ke bawah ritmenya lebih cepat lagi. Ternyata aku lebih menyukai lagu beritme lambat dan album ini setengahnya berritme lambat, mungkin itu sebabnya aku menyukai album ini. Cekidot yang berbintang 5 itu lagu seru-seru banget semuanya.

Walau saat ini dia sudah mengeluarkan album baru yang lebih ke arah Pop Dance yang diberi judul Heartbreak on Vinyl (yang belom beredar di Jakarta juga), album ini masih akan aku dengarkan hingga selamanya. Ini album top markotop walau cuman bernilai 4 bintand dari ku.

 

It's Not Me, It's You Album Review

By DwAN on 17-Oct-09 10:44. Comments (0)

Lilly Allen and Beyonce K.

The Review: Lily Allen adalah artis pendatang agak baru dari UK. Kalau pada belom tau "It's Not Me, It's You" adalah album keduanya. Album pertamanya yang sebenarnya lagu-lagunya ku suka tidak sempat ku beli karena mengingat album tersebut kalau tidak salah keluar 2 atau 3 tahun yang lalu dan ketika ada keinginan untuk beli album-album Lily Allen cuma ketemu album keduanya ini.

Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku ada soft fond terhadap artis-artis dari UK, terutama artis-artis cewenya. Mungkin karena lagu-lagu mereka berirama tidak lazim, hehehe. Ada saatnya dulu aku suka sekali sama Sugababes dan Jamelia (Jyah cewe banget dah gw).

Untuk album ini aku beli beberapa bulan yang lalu, ketika itu aku lagi keranjingan lagu Lily Allen yang berjudul F**k You (Bo', judulnya ajah di sensor). Lagu ini amat tidak lazim namun sangat catchy sehingga sering aku humming-kan di dalam hati. Sayang sekali aku tidak browsing-browsing youtube untuk mencari lagu-lagunya yang lain sehingga ketika aku mendengarkan seluruh lagu di albumnya, kepalaku jadi terasa pecah. Seperti yang aku bilang tadi, satu album musik, lagu dan iramanya tidak lazim semua, seperti tanjakan naik turun, circus yang sedang ramai dikunjugi, dsb (susah banget mengungkapkan perasaanku saat itu).

Hari-hari dan minggu-minggu pertama aku mendengarkan albumnya banyak sekali yang aku skip-skip karena saking gak mudengnya aku sama musik jeng Lily Allen ini. Dan sampai sekarang pun album Lily Allen ini adalah album yang paling jarang aku dengarkan, terbukti di list lagu yang sering aku mainkan tidak ada satupun lagu dari Lily Allen, sebagai perbandingannya lagu "I'm Your" dari "The Script" udah bertengger di urutan ke 5 di list lagu yang sering aku mainkan (masih dikalahkan mba' Beyonce yang belom sempet aku bikin review albumnya).

Tapi walaupun albumnya jarang aku dengarkan tapi aku terkadang kangen juga sama lagu-lagu Lily Allen, karena entah mengapa setelah bersusah payah berusaha mendengarkan semua lagu-lagunya akhirnya berbuah juga, ternyata lagu-lagunya ada yang seru juga. Lagu-lagunya walaupun gak easy listening namun cukup menarik untuk di simak.

Kalo pada awalnya cuman lagu "F**k You" yang aku beri bintang 4/5 dan yang lainnya aku berikan bintang 2/5 (segitu gak mudengnya aku sama lagu-laguny), tapi lagu "22" mendadak menjadi lagu yang aku sukai di album ini, langsung aku beri bintang 5/5. Lagunya berlirik menarik sekali, hampir menggambarkan kehidupan ku :(, namun dibawakan dengan nada yang riang jadinya gak bikin sedih.

Ada lagi lagu berjudul "Back To Start" yang setelah aku dengerin berkali kali tiba-tiba aku kasih bintang 4/5. Sekali lagi lagunya memiliki lirik yang menarik kalau bisa tidak dibilang tidak lazim, menceritakan kisah cinta yang menyebalkan dimana karena sking sebelnya akhirnya "Ya udah emang aku yang salah kok, terus mau apa?". Lagunya memiliki tempo lambat namun diiringi dengan musik yang cepat tapi di bagian chorus-nya tiba-tiba temponya jadi cepat (ini dia yang aku bilang perasaanku dibuat naik turun). Dan ternyata eh ternyata walaupun cuma berbintang 4/5, lagu ini merupakan lagu yang sering aku setel dari album ini.

Selanjutnya lagu-lagu yang aku suka adalah "F**k You" dan "The Fear", selain itu ada yang ok lagi cuma gak se OK lagu-lagu yang aku sebutkan tadi. Karena gambar berbicara lebih, ini dia list lagunya album ini beserta penilaianku:

It's Not Me It's You
(Di klik biar jadi gede)

Sekian dan terima kasih, kalo boleh aku kasih nilai album ini aku kasih nilai 2.5/5 yang artinya: OK, tapi mending kamu pinjem dulu dari temenmu sebelum beli 1 album.

The Script - Album Review

By DwAN on 14-Oct-09 14:03. Comments (4)


(Double cover, boros kertas nih)

Gak tau cuma di Indonesia ajah atau nggak, tapi ntah kenapa sampulnya kok jadi Double Cover. Mungkin untuk pasaran Indonesia kurang cocok ya Album Art-nya pake modern art gitu :D. Jadinya di bikin dah tutupan dengan gambar foto anggota Band-nya, jyakakaka (yang sebenarnya itu gambar belakang Album Art CD-nya.

So, selasa 2 minggu yang di niat-niatin dah mau beli CD ini, berhubung di Radio (Global Radio) yang sering aku dengerkan tiba2 jadi sering muterin lagunya. Alhasil sehabis browsing2 youtube buat nyari lagu-lagunya yang lain (hihihi, browsing youtube buat denger lagu doang) dan setelah mengetahui ternyata banyak lagunya yang easy listening jadi diniatin deh beli albumnya.

Ini dia cover versi Indonesianya
(Ini sampul terluarnya yang kaeknya cuma ada di Indonesia)

Sebenarnya ini Band udah mengudara semenjak 2008, soalnya sering banget ngeliat Video Klipnya di O' Channel. Yang kesan pertama waktu pertama dengerin lagu "The Man Who Can't Be Move", wow unik juga, langsung dapet ke-catchy-annya, dan ringan plus, ide cerita video klipnya lumayan unik juga yang merupakan adaptasi dari isi lagunya. Btw, ini album pertama mereka, jadi congrat dah untuk mereka.

(Tadinya mau embed video clip-nya di sini dari youtube tapi gak diperbolehkan ^___^)

Back ke topik (hmm dari tadi padahal belom ngalor-ngidul). Setelah beli ni CD di satu-satunya toko CD di daerah Senayan (baca Duta Suara Plaza Senayan) setiba di rumah aku langsung perdengarkan di komputerku (sambil di-rip dulu. It's legal untuk menge-rip CD di Indonesia?). Kesan pertama: langsung dapet 3 buah lagu langsung aku suka, yaitu "Breakeven", "The Man Who Can't Be Move" dan "Before The Worst" yang ternyata emang lagu-lagu andalan mereka (terlihat dari banyaknya video untuk lagu-lagu itu di Youtube). Sedangkan lagu lainnya aku anggap aneh. 

Selanjutnya setelah dengerin albumnya beberapa kali. Loh kok vokal vokalisnya mirip vokal-nya Sting dan Jason Mraz, bahkan di beberapa lagu ada yang nuansanya mirip nuansanya lagu Sting dan Jason Mraz. Seperti "We Cry" yang nuansanya mirip lagunya Jason Mraz dimana setelah didengarkan beberapa kali, aku jadi suka sama lagunya. Lagunya ada bait semacam agak nge-rap dengan tempo yang medium, walau jenis musiknya beda sama Jason Mraz tapi lantunan lagunya satu tema.

Terus ada lagi lagu "Rusty Halo" dan "Talk You Down" yang nuansanya mirip lagu-lagu Sting. Kedua lagu itu lumayan susah dicernanya, terbukti setelah 5 kalian aku denger baru aku jadi suka sama lagu "Talk You Down" dan belakangan malah jadi suka sama lagu "Rusty Halo" yang berirama cepat dan dengan nada yang tidak biasa. Pas pertama kali dengar sempet berfikir "Lagu apa nih aneh banget, gak banget deh, gak bakal aku dengerkan lagi". Bahakan sempet aku skip-skip terus kalo lagi dengerin albumnya. Tapi sekarang-sekarang kalau dengerin lagu "Rusty Halo" jadi sering keterusan, ada sesuatu dalam musik dan cara penyanyiannya yang bikin pingin dengerin lagi dan lagi.

Terus ada ada lagu lain yang ada di last track (kesepuluh, hmm tumben2an album londo cuman ada 10 lagu) yang judulnya "I'm Yours" (judulnya mirip lagunya Jason Mraz tapi nadanya gak mirip sama sekali), ini ada juga di Youtube tapi gak aku perhatikan dengan seksama. Dan pertama kali aku dengerin lagunya,  komenku: "nih lagu males banget sih", itu sebelum aku dengarkan beberapa kali, tapi setelah beberapa kali ku dengarkan malahan menjadi track yang paling sering aku setel. Lagunya sendiri slow dengan iringan gitar, yang kalo dibaca liriknya bisa bikin kita terenyuh (beneran, hampir nangis aku pas pertama kali baca liriknya).


(Nah ketemu juga nih lagu I'm your di youtube, terus ada lagi yang versi film Twilight, emang ada yah di OST-nya? -Girls mode: on- Huhuhu, jadi terenyuh lagi tiap kali dengerin)

Dan menyisakan tiga lagu lainnya yaitu: "End Where I Begin", "Fall For Anything" dan "If You See Kay" yang menurut pendapatku ini lagunya biasa-biasa aja tapi lama-kelamaan jadi suka juga walau gak sesuka lagu-lagu sebelumnya. Berikut penilaianku terhadap tiap lagunya (klik untuk biar tumbuh menjadi raksasa)

Star Rating for The Script's Album

Nah kalo bisa aku kasih nilai, bakal aku kasih 4 dari 5 yang berarti albumnya bagus worthed untuk di beli (aslinya).

Nah setelah dengerin lagu-lagunya, agak bingung juga menentuin genre band in sepertinya dia Rock, tapi menurutku Pop, bukan Rock pedas kaek band-band Amerika sekarang, sepertinya emang Rock mengarah Pop yang kalo lain bilan Pop Rock (mungkin). Kaeknya udah jarang deh band dengan genre seperti ini, mungkin genrenya bisa di setarakan sama oneRepublic kali yah ^__^.

Cover aslinya, bagusan ini dari pada cuman foto Anggota Band.
(Ini album art aslinya)

Terus tadi browsing2 amazon.co.uk, loh kok di negara aslinya - UK (bandnya berasal Ireland) di albumnya ada 11 lagu lagu terakhir yang judulnya "Anybody There" gak ada di CD yang aku punya, curang. Cari di Youtube dah.

(Karena kekurangan pencahayaan dan karena emang kamera DSi-nya yang abal2, jadinya fotonya semuanya grainy ^__^)


(Nah ini dia ketemu lagu kesebelasnya yang ternyata Bonus Song.)

Showing 1 - 4 of 4 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?

< Previous 1 Next >

Da Bleg

more from da bleg